oleh

Komisi IV DPRD Lampung Sidak Proyek SPAM

Link Banner

Bandarlampung – Para Legislator Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa proyek pengerjaan SPAM sepanjang jalan lintas Sumatera.

Dikomandoi Sekretaris Komisi IV Kostiana (PDIP) dan Wakil Ketua Iswan H Caya (PAN), dan para Anggota Komisi IV DPRD Lampung yang terdiri dari Ni Ketut Dewi Nadi (PDIP), Nurul Ichwan (PDIP), Budiman AS (Demokrat), Midi Ismanto (Demokrat), Soni Setiawan (PKB), dan Azwar Yakub (Golkar), sidak yang dimulai dari pengerjaan Proyek SPAM di depan Bundaran Rajabasa, Bandarlampung berakhir hingga pengerjaan di depan Bandara Radin Intan.

Dalam keterangannya, Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Kostiana menyebut, proyek SPAM tersebut menghabiskan anggaran pusat sebesar Rp1,2 Triliun. “Tujuan kami melakukan sidak pada hari ini untuk memantau pengerjaan proyek ini. Sampai dimana pengerjaannya,” ujar Kostiana.

Senada, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung Iswan H Caya mengatakan, tinjauan pihaknya pada hari ini untuk mengecek soal pengerjaan proyek tersebut, termasuk soal keselamatan para pengguna jalan.

“Keselamatan para pengendara juga harus difikirkan, jangan sampai proyek ini membahayakan. Maka, kami meninjau langsung pengerjaan proyek ini,. Nantinya tinjauan ini akan kami buat rekomendasi untuk disampaikan ke pimpinan,” ujar Iswan saat diwawancarai di pengerjaan proyek SPAM di jalan persis depan Bandara Raden Intan, Natar, Lampung Selatan. (3/3/2020).

Politikus Demokrat Lampung Budiman AS menambahkan, pihaknya menargetkan proyek pengerjaan tersebut rampung Bulan Maret ini. “Kita meninjau langsung pengerjaan ini, jangan sampai mengganggu pengguna jalan. Sebelumnya, kita menargetkan pengerjaan ini di Bulan Maret,” ucap dia.

Sementara, Proyek Manager Bangun Cipta Contraction, Rify M Nur Rifky menyebut, pengerjaan proyek akan segera rampung, karena saat ini sudah memasuki 97 persen rampung. “Mudah-mudahan tak lama lagi. Sekitar satu bulan ke depan sudah rampung secara keseluruhan,” kata dia.

Dari pantauan, diketahui pengerjaan proyek SPAM tersebut memakan kedalaman untuk pemasangan pipa besar hanya sedalam tak kurang dari 4 meter, dan pengerjaanmya “memakan” hampir dua pertiga jalan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *