oleh

Gelar Sosper Pembangunan Ketahanan Keluarga, Kostiana Harap Tekan Angka Pernikahan Dini

Link Banner

Pesawaran – Anggota DPRD Lampung Dapil III (Pesawaran, Metro, Pringsewu) Angga Satria Pratama S.ikom., M.B.A menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah di Balai Desa Kota Jawa, Pesawaran, Sabtu (13/06/2020).

Dalam kegiatan Sosialisasi Perda no 4 tahun 2018 mengenai “Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga” tersebut, Angga Satria Pratama yang merupakan wakil ketua Fraksi Partai demokrat DPRD Provinsi Lampung tersebut menyampaikan pentingnya membangun kualitas keluarga agar bisa mencapai tujuan akhir sebagai keluarga sejahtera.

Di dalam menjabarkan perda ini, Anggota Komisi II ini ditemani oleh 2 narasumber yg kompeten. Yang pertama, tokoh adat Lampung Pesisir; Bustami, S.P bergelar Pemuka Agung Marga Putih, yang menjelaskan lembaga adat sebagai penyokong ketahanan keluarga dari sisi pembinaan mental dan spiritual serta nilai-nilai keagamaan. Dan yang kedua; Iskar., SE, koordinator PKH se-kabupaten Pesawaran, yang menjabarkan program-program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan keluarga, dari keluarga pra sejahtera menuju keluarga sejahtera.

Nampak hadir di dalam Acara sosialisasi peraturan daerah ini, Kepala desa kota jawa, Khusnadi beserta jajaran aparaturnya, para tokoh2 adat setempat
(Pangeran jaya utama, Dalom Sampurna Jaya, Dalom Sangun Syah), tokoh pemuda, tokoh agama masyarakat, babinsa, babinkamtibnas dan puluhan warga kota jawa lainnya.

Dalam kesempatan ini juga, wakil rakyat termuda dari dapil III ini menghimbau dan mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker dan menjaga kebersihan dan kesehatan pada situasi New Normal Pandemi Covid 19 ini.

“Kondisi pandemi ini belum ada yang tau pasti kapan berakhirnya, untuk itu sangat penting untuk kita tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat bekerja menggerakkan roda ekonomi keluarga kita,” imbuhnya.

Acara ditutup dengan pemberian bantuan ratusan masker kepada gugus tugas covid desa, dan bantuan dana untuk pembinaan sanggar-sanggar budaya yang berada di desa tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *