oleh

Fadil : Bukan Borong Partai Trus Apa Itu Kotak Kosong?

Link Banner

Pesawaran – Bakal Calon Bupati Pesawaran Fadil Hakim angkat bicara terkait viral nya ‘Kotak Kosong’ di wilayah pencalonannya Andan Jejama.

Ketua Umum Petir Lampung ini menilai kata-kata yang sempat viral tersebut membuat para kandidat lainnya merasa tidak ada artinya dalam pesta Demokrasi ini.

“Apa itu borong partai trus apa itu kotak kosong, kemarin saya dengar Pesawaran bakal Kotak Kosong, itu artinya pilkada ini kurang demokrasi karena secara tidak langsung kata-kata tersebut membuat kami para kandidat merasa telah tergores pesta demokrasi yang akan di gelar,” kata Fadil di kediamannya, Jumat (18/06/2020).

Masih sambung adik kandung politisi senior PAN Nuril Hakim ini mengatakan, agar KPU dan penyelenggara juga partai politik agar membatasi para kandidat untuk mendapatkan perahu maju dalam pesta demokrasi agar tidak ada kata ‘Borong Partai’

“Kalau lawan kotak kosong berarti Pilkada yg tidak sehat dong, cukup kejadian di Makasar sebagai contoh ada yang sudah dapat 5 partai masih bilang bukan borong partai gimana coba, kalau dah borong partai berarti dia takut kalau ada kandidat laen maju melawannya, pasti dulu nya tuh petahana lupa janji nya ama TS ama warga pas dia pimpin,” urainya.

Untuk petahana saya katakan janganlah takut ama kita pesaingnya kasih kesempatan kandidat laen untuk berjuang secara sehat, jika borong partai pasti nanti akan membalikan uang yang telah habis untuk bayar partai-partai yang di beli.

“Ga usah abisin uang untuk borong partai nanti pasti pas jadi mikir mo balikin nya dari mana, nah di situ akhirnya celah korupsi masuk dan ga lama KPK datang jemput,” jelasnya.

Untuk Ketua Partai lanjutnya, harus melihat track recourd calon yang mendaftar di partainya bukan mengandalkan surve dan uang mahar calon, lebih elok jika partai mengedepankan kadernya sendiri bukan partai lain.

“Sudah jelas kadernya maju, jika tidak mendukung saya kan ada kader yang maju (Nasir,red) dia track record sampai 3 kali Ketua DPRD Pesawaran, dia juga bisa dudukin dewan 9 kursi, nah kalau dia saja tidak di lihat apa lagi saya, jangan ujuk-ujuk karena uang bisa pindah ke bukan kader,” tegasnya.

Fadil pun meminta kepada partai berlambang moncong putih karena kekecewaan nya yang merekomendasikan bukan untuk kader nya maka dirinya meminta uang pendaftran dan uang surve di kembalikan.

“Saya minta agar PDIP secepatnya pulangkan uang pendaftran dan uang surve kami, saya kecewa kami kader tidak di anggap, malah rekom di kasih ke orang,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *